Pagi ini udara terasa sangat sejuk, mentari yang sejak tadi
bermain-main dengan gumpalan awan nampaknya masih asik dengan
kegiatannya.
“Cuaca yang sangat bersahabat” batinku.
Kukenakan sweater favoritku dan siap-siap bergegas untuk lari pagi di taman kompleks sekitar rumah.
“Selamat pagi nona Yesi” sapa tetangga seberang rumahku.
“Selamat pagi kembali” balasku.
Yah, tetangga sekitar rumahku sangat bersahabat serta ramah tamah. Aku
wanita yang super cuek, jelas saja terasa asing bilang bertemu dengan
mereka, namun warga di sekitar kompleks ini sangat mengerti akan
toleransi dan solidaritas sesama penduduk hingga mereka memaklumi akan
sikapku yang kerap kali kurang baik menurutku. Pernah suatu ketika saat
aku berada di pusat perbelanjaan ada seorang ibu paruh baya menyapaku,
sontak saja aku terkejut dibuatnya. Aku yang terlalu sibuk akan
rutinitasku membuatku lupa akan bersosialisasi dengan tetangga di
kompleks sekitar rumahku. Untung saja ibu tersebut tidak mengetahui
kebingunganku, aku hanya tersenyum ramah saat itu, namun masih dalam
fikiran bertanya-tanya. Setelah beberapa hari berlalu, kudapati seorang
ibu yang pernah menyapaku tempo hari ternyata tetanggaku yang rumahnya 2
block dari rumahku.
Tick Tock Tick… nada pesan masuk.
“Dari nomor yang tidak dikenal” batinku.
“Selamat anda lolos dalam seleksi terakhir dan dapat bergabung di
perusahaan kami. Untuk kehadirannya pada tanggal 08/06/2014 pukul 09.00,
diharapkan berpakaian hitam putih untuk melaksanakan proses training
dan pembagian area penempatan kerja. Terima kasih.”
Syukur alhamdulillah, ternyata tuhan telah menjawab doaku. Setelah
resign dari pekerjaan lamaku, hampir cukup lama aku menganggur. Tak
henti-hentinya aku mengucap syukur saat perjalanan pulang menuju rumah.
Hari ini hatiku sangat bahagia seperti alunan melodi yang sedang
kudengarkan saat ini, hingga diriku hanyut ke dalam alam bawah sadar,
sedetik kemudian diriku telah tertidur lelap.
“Nyenyak sekali tidur siangku kali ini” gumamku.
Kucek handphoneku yang sejak tadi masih dalam keadaan Play Music. Ada 3
panggilan tak terjawab dan 1 pesan masuk. Kuperiksa status panggilanku,
ternyata orang yang menelepon itu, seseorang yang kukenal, kemudian ke
pesan masuk dan ternyata dari orang yang sama.
“Kamu kemana saja? Aku meneleponmu, tapi tak ada jawaban. Hari senin
besok pastikan tak ada acara ya, aku tunggu di tempat biasa kita bertemu
jam 7 malam. Ok, see you later.” Pesannya
“Maaf, aku ketiduran. Iya aku pasti datang.” Balasku
Dia adalah seorang pria yang pernah singgah di hatiku, kami pernah
menjalani sebuah hubungan, namun akhirnya kandas di tengah jalan, 10
bulan kami menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Sampai saat ini
aku masih mencintainya, dia adalah kekasih dan juga cinta pertamaku.
Setelah mengakhiri hubungan kami, kami berjanji tidak akan saling
menjauh satu sama lain, tidak putus komunikasi dan menjalin hubungan
pertemanan yang baik. Mungkin aku terkesan manusia paling naif, jujur
saja aku masih mempercayainya, mengharapkannya dan menanti janjinya. Aku
bukan seseorang yang mudah untuk jatuh cinta hingga membuatku gagal
move on sampai saat ini, banyak pria yangg dekat denganku namun hanya
sekedar teman atau relasi untukku. Masih terekam jelas di memoryku masa
dimana kami masih bersama, janji yang pernah kami buat, komitmen yang
pernah kami bentuk, namun semuanya sirna hanya tinggal kenangan. 3 tahun
sudah aku mengenal dan dekat dengannya namun tak ada keberanian di
diriku untuk menanyakan hubungan asmaranya. Apakah dia sudah memiliki
kekasih atau belum? Apakah dia sedang menjalani hubungan serius dengan
seorang wanita? Bodohkah diriku masih menunggunya? Naifkah diriku masih
menyimpan perasaan untuknya? Pertanyaan inilah yang selalu mengganggu
fikiranku, membuatku terperangkap dalam kesunyian yang mendalam.
“Bismillah” kata pertama yang kuucapkan pagi ini.
“Semangat Yesi, hari pertama bekerja berikan kesan terbaikmu.” Tekadku dalam hati.
Kulajukan sepeda motorku dengan sangat santai karena sekarang masih
pukul 8 pagi, kusapa setiap orang yang kulewati, pagi ini harus menjadi
hari yang sangat istimewa karena ada 2 peristiwa penting dalam sejarah
hidupku hari ini. Pertama, telah lepas status pengangguranku hari ini.
Ke 2, hari ini, hari dimana aku pertama kali mendapat pernyataan cinta
dari seseorang. Setengah jam aku sampai di kantor baruku, yah inilah
pekerjaan yang sejak awal selalu aku impikan.
“Welcome My Dream” gumamku.
Hari ini cukup melelahkan, namun aku bahagia. Aku menikmati pekerjaan
baruku, karyawan yang lain menyukaiku dan aku nyaman berada di
perusahaan ini. “Semoga karirku cerah di perusahaan ini.” Doaku sore
ini.
Sudah pukul setengah 7, kulajukan sepeda motorku dengan kecepatan
sedang, hanya butuh 15 menit untuk sampai di tempat itu. “Sepertinya dia
belum datang” fikirku. Kuambil tempat duduk di area outdoor. Lalu
kukirimkan pesan untuknya.
“Kamu dimana? Aku sdh sampai, aku menunggumu di area outdoor.” Pesanku
“Iya tunggu sebentar, aku segera datang.” Balasnya
Sudah pukul 7.15 dia belum juga terlihat, perutku sudah mulai lapar,
kupesan ice cream coklat dan kentang goreng untuk mengganjal perutku.
Sepertinya akan ada pesta malam ini di ruang party, karena terdapat
banyak dekorasi yang terpasang disana. “Kenapa dia lama sekali” batinku.
Setengah 8 kurang, udara malam ini sangat menusuk, hingga membuat
tulang-tulang persendianku terasa ngilu. Kudekap kedua lenganku,
mengurangi rasa dingin yang semakin kejam menjalari seluruh tubuhku, aku
lupa membawa sweater biru muda kesayanganku, andaikan aku tidak
melupakannya mungkin saja aku tidak semenderita ini. Apakah dia ingat
hari ini? Apakah dia membelikanku sesuatu hingga dia terlambat sampai
saat ini? Ah sudahlah jangan berfikir yang macam-macam. Tiba-tiba ada
seseorang yang menepuk pundakku, oh ternyata dia.
“Kamu dari mana?” Tanyaku
“Maaf di jalan sedikit macet” Jawabnya
“Hampir saja aku tertidur” Candaku
“Memang kamu si ratu tidur kan” Ledeknya
“Huh, jahat.”
“Hahaha. Maaf sudah membuatmu terlalu lama menunggu.”
“Andai saja kamu tahu, sudah 3 tahun aku menunggumu. Oh bukan, maksudku menunggu cintamu.” Batinku
Kenapa dia sangat berbeda malam ini, dia sangat mempesona. Oh tidak, ya
Tuhan apa sih yang sadang kufikirkan sekarang. Mendadak dia bangkit dari
tempat duduknya dan mendekati tubuhku, ternyata dia memasangkan
jaketnya ke tubuhku. Mungkin dia melihat diriku yang sedikit menggigil
kedinginan.
“Ayo kita masuk” Ujarnya
“Kemana?” Tanyaku
“Ke ruangan itu”
Lalu kami berdua masuk ke ruangan party yang kulihat sekilas tadi,
menakjubkan sekali, ruangan itu terlihat seperti pesta taman,
dekorasinya sangat luar biasa. Sudah ada seorang pembawa acara disana
dan beberapa orang yang memakai kaos yang bertuliskan huruf.
“Selamat malam nona Yesi” Sapanya
“Selamat malam”
“Mungkin nona Yesi sedikit bingung dengan tempat ini dan beberapa orang yang ada di depan anda?”
“Iya, ini ada apa?”
“Ya, saaa akan menjawab semua pertanyaan anda. Disini kita akan bermain
suatu permainan, seperti permainan menyusun huruf. Jadi tugas anda
adalah menyusun semua huruf yang di pakai oleh orang-orang di depan anda
hingga membentuk suatu rangkaian kalimat. Anda mengerti nona?”
“Ya, aku mengerti.”
Hmmm, permainan menyusun huruf, ini seperti permainan scrabble yang
pernah ku mainkan waktu sekolah dulu. Sepertinya aku bisa menyusunnya,
e-m-r-a-r-m-y-y-o-u-l-l-i-w? Huh sulit sekali menyusun huruf-huruf ini,
tapi tunggu dulu “my war our milley?” Apakah ini maksudnya?
“Bagaiman nona, sudah tersusun?”
“Aku tidak yakin”
“Silahkan nona”
“Apakah ini susunannya? My war our milley?”
“Hmmm. Maaf nona susunan anda salah.”
“Jadi yang benar apa?”
Sedetik kemudian orang-orang yang telah memakai kaos bertuliskan huruf
itu mengubah posisi mereka. Tanpa kusangka ternyata huruf-huruf itu
membentuk kalimat bertuliskan “will you marry me?” Ya tuhan apa maksud
dari semua ini?
Mendadak suasana menjadi hening.
“Yesi. Will you marry me?”
Sambil bersimpuh di hadapanku dia mengucapkan “will you marry me?” dan
mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari saku kemejanya lalu membukanya,
kotak itu berisi sebuah cincin emas. Pengunjung yang sejak tadi
memperhatikan kami, sudah antusias menyuarakan “terima, terima, terima…”
Namun yang terucap dari mulutku kata “Maaf”. “Maaf, aku tidak bisa
menerimanya.” Terlihat raut rasa kecewa di wajahnya, namun aku tidak
bisa menerimanya.
“Maaf. Maksudku aku tidak bisa menerima perlakuanmu malam ini, kamu terlalu romantis malam ini.”
“Jadi?”
“Yes, I will marry with you. I always love you yesterday, now, tomorrow and forever.”
Tepat hari ini 08/06/2014 dia melamarku di depan pengunjung restoran
tersebut. Aku sangat bahagia tuhan, malam ini adalah mimpi terindah yang
pernah ku alami. Awan hitam dan badai hujan telah berlalu, kini saatnya
warna-warna pelangi yang menghiasi hidupku.
2 tahun kemudian
08/06/2016 hari ini adalah hari pernikahanku, tepat di usiaku yang ke
25, sesuai dengan janjinya 5 tahun silam. Terima kasih tuhan, telah
memberikan kebahagiaan yang tiada hentinya. Aku bahagia bersamanya, kan
kujaga kejutan terbaikmu untukku selamanya.
Cinta kadang harus meninggalkan luka, namun cinta sejatilah yang akan menjadi obat terhebat penebus luka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar